Kecam Kasus Penyiraman Air Cabe Terhadap Santri, Aan : Mendidik dan Menyiksa Itu Beda Jauh

Kecam Kasus Penyiraman Air Cabe Terhadap Santri, Aan : Mendidik dan Menyiksa Itu Beda Jauh
Direktur Utama MJD Group Muhammad Jusuf Darusman | (Mjdnews.co/Basriadi)

Suka Makmue - Seorang bocah berusia 15 tahun yang merupakan santri di salah satu Pesantren di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat mengalami tindak kekerasan.

Kekerasan berupa penyiraman air cabai ke tubuh korban yang dilakukan oleh oknum istri dari Ponpes itu sendiri berinisial NN.

Saat ini NN telah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian Aceh Barat usai keluarga korban melaporkan kejadian tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama MJD Group Muhammad Jusuf Darusman atau yang akrab di sapa Aan menyampaikan rasa prihatin terkait kasus tersebut.

“Yang pertama sangat kita sayangkan dan jika kejadian ini benar maka kita sangat mengecam tindakan ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jika berdasarkan informasi yang dihimpun dirinya, memang santri tersebut melakukan kesalahan berupa merokok.

Namun, santri itu sendiri sudah menerima hukuman berupa pencukuran rambut hingga botak sebagai salah satu sanksi.

“Hukuman sudah diterima, tapi menyiram air cabai itu bukan hukuman melainkan penyiksaan,” cetusnya.

“Ada perbedaan yang signifikan antara mendidik dan menyiksa, mendidik tapi tidak boleh dilakukan penyiksaan,” tambahnya.

Aan menjelaskan, ada banyak hukuman yang dapat membuat peserta didik itu sadar tapi tetap tidak melakukan kekerasan yang bisa menyebabkan hal-hal fatal.

“Dan ini menjadi pengingat bagi kita semua, menghukum itu bukan menyiksa, tapi membuat sadar,” tegas Aan.

“Kita mendukung pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini,” tutupnya.(**)

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...